Assalamualaikum Wr. Wb
Kepada siapapun yang membaca ini,
Sebenarnya setiap orang mempunyai
potensi masing-masing, namun sebagian besar orang tidak mengetahuinya, karena diri
kita tidak memahami siapa sebenarnya kita. Maka dari itu, saya Dwi Anggraeni mahasiswi
dari Program studi Pendidikan Teknologi Informasi di Universitas Brawijaya,
melalui motivitation letter ini akan
membuka pikiran kita tentang pentingnya memahami, menerima, dan menyanyangi
diri sendiri.
Saya adalah orang yang tidak
pandai dalam bersosialisasi, karena saya orang yang pemalu dan jadul (tidak
mengikuti trend atau kebiasaan baru
di era ini) hal itu yang membuat saya tidak percaya diri. Saya pernah berpikir
untuk merubah diri saya mengikuti trend
pada era ini agar saya mampu bersosialisasi dengan baik, namun, hal itu membuat
saya tersiksa dan menghilangkan kenyamanan.
Saya yakin bahwa setiap orang
pasti mempunyai kelebihan masing-masing. Motivasi saya, tidak ada yang lebih
baik daripada menjadi diri sendiri dan menyanyanginya. Saya mencoba dengan
memulai untuk memahami diri sendiri
dengan merenung, berpikir bahwa setiap orang mempunyai kehidupan, kebiasaan
dan kemampuan yang berbeda. Saya tidak memaksakan/menuntut
diri untuk menjadi orang lain agar disenangi, hal itu hanya akan membuat saya selalu
merasa gelisah.
Yang kedua, saya harus dapat
menerima diri saya, memulainya dengan hal terkecil yaitu menjadi orang yang
senantiasa bersyukur kepada Tuhan dengan segala kenikmatan yang diberikan,
karena tidak semua orang bisa memilikinya. Menjadikan kelebihan saya sebagai
acuan untuk lebih mengembangkan potensi yang dimiliki dan menjadikan kekurangan
saya sebagai motivasi untuk berubah menjadi orang yang lebih baik lagi dengan
tidak menghilangkan jati diri.
Yang ketiga, menyayangi diri
sendiri dengan cara melakukan hal yang membuat saya senang dan Melakukan aktivitas
sosial dapat membantu saya untuk lebih menyayangi diri sendiri, seperti berbagi
dengan orang yang kurang mampu, mengikuti program volunteer (menjadi sukarelawan) dan melakukan apapun hal positif
yang membuat saya sadar bahwa menyanyangi diri sendiri sangat berdampak baik
bagi kesehatan mental dan orang-orang yang ada disekitar saya.
Selanjutnya hal yang tidak kalah
penting yang saya lakukan yaitu self
awarded (memberi penghargaan pada diri sendiri) seperti mengatakan pada
diri sendiri “kamu hebat, kamu mampu menyelesaikannya”, senantiasa berterima
kasih pada diri saya atas apa yang sudah dilakukan dan capaian yang sudah
dicapai di setiap harinya, selalu menyemangati diri sendiri agar lebih semangat
untuk menghadapi hari esok. Saya selalu berusaha untuk berpikir positif
terhadap siapapun, karena itu membuat saya menjadi lebih tenang, seperti tidak
iri dengan capaian orang lain dan saya jadikan itu sebagai acuan agar saya
dapat lebih berkembang.
Selanjutnya, menghindari hal-hal
yang membuat saya terganggu seperti menutup telinga dengan tidak mendengarkan/
memikirkan apa kata orang, jika ada orang yang tidak suka dengan hal yang saya
lakukan, saya akan membiarkannya, dengan catatan saya tidak menganggu aktivitas
mereka.
Itulah cara saya untuk lebih
memahami, menerima dan menyayangi diri sendiri, kesimpulan yang dapat diambil
adalah segala sesuatu sudah ada porsinya masing-masing, tidak perlu risau
dengan perkataan orang atau iri terhadap capaian orang, sejatinya menjadi diri
sendiri akan membuat hidup jauh lebih tenang dan selalu bersyukur. Jangan menyerah
untuk terus menggali potensi yang ada pada diri kita. Saya yakin kita pasti
bisa melakukannya.
Demikian motivitaion letter ini
saya buat agar dapat menginspirasi siapapun yang membacanya, surat ini saya buat
berdasarkan pengalaman diri saya sendiri, mohon maaf apabila terdapat
kesalahan. Terima kasih. Wassalamualaikum Wr.Wb
Malang, 29 September
2020
(Dwi Anggraeni)

0 komentar: