Indonesia sedang dihadapkan oleh wabah virus yang mematikan dan penyebarannya yang sangat cepat. Maka dari itu, pemerintah m...

 


       

    Indonesia sedang dihadapkan oleh wabah virus yang mematikan dan penyebarannya yang sangat cepat. Maka dari itu, pemerintah menginstruksikan agar seluruh masyarakat untuk tetap dirumah atau yang biasa disebut dengan isolasi mandiri. Hal itu sudah dilakukan kurang lebih 6 bulan dan dampak yang ditimbulkan sangat besar, khususnya untuk generasi z. Berdiam diri dirumah pastinya mempengaruhi mental seorang anak, yang biasanya mereka pergi ke sekolah belajar bersama sekarang hanya bisa duduk di depan layar handphone, selain dapat menyebabkan kesehatan fisik, hal itu juga akan membuat mereka cepat bosan dan lelah. Kesehatan mental sangatlah penting untuk dijaga pada kondisi seperti ini, karena jika kesehatan mental terganggu akan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

        Ada beberapa cara yang harus dilakukan agar kesehatan mental tetap terjaga, yang pertama katakan hal positif kepada diri sendiri contohnya, “aku kuat, aku pasti bisa melewati semua ini dengan tetap tenang dan tetap semangat”. Biasakan diri dengan mengatakan hal positif, hal ini akan membuatmu lebih optimis. Yang kedua, tuliskan hal-hal yang patut disyukuri di sebuah buku/kertas dan nikmati perasaan tersebut. Yang ketiga, fokus pada satu hal dalam satu waktu. Yang keempat, olahraga yang cukup untuk membantu menyingkirkan stress dan meningkatkan suasan hati. Yang kelima, terbukalah pada seseorang ini akan membuatmu lebih mampu berpikir positif dan semakin mengenal diri sendiri. Yang keenam, adalah lakukan hal untuk orang lain, dengan ini akan memberikan efek menguntungkan dan lebih menghargai diri sendiri. Yang terakhir, istirahat dan tidur dengan cukup dan hindari bermain gadget sebelum tidur. Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar kesehatan mental dan fisik tetap terjaga dengan baik. Kesimpulannya, selalu berpikir positif, tetap tenang, dan lebih dekatkan diri pada Allah SWT.

Assalamualaikum Wr. Wb Kepada siapapun yang membaca ini, Sebenarnya setiap orang mempunyai potensi masing-masing, namun sebagian besar o...

Assalamualaikum Wr. Wb

Kepada siapapun yang membaca ini,

Sebenarnya setiap orang mempunyai potensi masing-masing, namun sebagian besar orang tidak mengetahuinya, karena diri kita tidak memahami siapa sebenarnya kita. Maka dari itu, saya Dwi Anggraeni mahasiswi dari Program studi Pendidikan Teknologi Informasi di Universitas Brawijaya, melalui motivitation letter ini akan membuka pikiran kita tentang pentingnya memahami, menerima, dan menyanyangi diri sendiri.

Saya adalah orang yang tidak pandai dalam bersosialisasi, karena saya orang yang pemalu dan jadul (tidak mengikuti trend atau kebiasaan baru di era ini) hal itu yang membuat saya tidak percaya diri. Saya pernah berpikir untuk merubah diri saya mengikuti trend pada era ini agar saya mampu bersosialisasi dengan baik, namun, hal itu membuat saya tersiksa dan menghilangkan kenyamanan.

Saya yakin bahwa setiap orang pasti mempunyai kelebihan masing-masing. Motivasi saya, tidak ada yang lebih baik daripada menjadi diri sendiri dan menyanyanginya. Saya mencoba dengan memulai untuk  memahami diri sendiri dengan merenung, berpikir bahwa setiap orang mempunyai kehidupan, kebiasaan dan  kemampuan yang berbeda. Saya tidak memaksakan/menuntut diri untuk menjadi orang lain agar disenangi, hal itu hanya akan membuat saya selalu merasa gelisah.

Yang kedua, saya harus dapat menerima diri saya, memulainya dengan hal terkecil yaitu menjadi orang yang senantiasa bersyukur kepada Tuhan dengan segala kenikmatan yang diberikan, karena tidak semua orang bisa memilikinya. Menjadikan kelebihan saya sebagai acuan untuk lebih mengembangkan potensi yang dimiliki dan menjadikan kekurangan saya sebagai motivasi untuk berubah menjadi orang yang lebih baik lagi dengan tidak menghilangkan jati diri.

Yang ketiga, menyayangi diri sendiri dengan cara melakukan hal yang membuat saya senang dan Melakukan aktivitas sosial dapat membantu saya untuk lebih menyayangi diri sendiri, seperti berbagi dengan orang yang kurang mampu, mengikuti program volunteer (menjadi sukarelawan) dan melakukan apapun hal positif yang membuat saya sadar bahwa menyanyangi diri sendiri sangat berdampak baik bagi kesehatan mental dan orang-orang yang ada disekitar saya.  

Selanjutnya hal yang tidak kalah penting yang saya lakukan yaitu self awarded (memberi penghargaan pada diri sendiri) seperti mengatakan pada diri sendiri “kamu hebat, kamu mampu menyelesaikannya”, senantiasa berterima kasih pada diri saya atas apa yang sudah dilakukan dan capaian yang sudah dicapai di setiap harinya, selalu menyemangati diri sendiri agar lebih semangat untuk menghadapi hari esok. Saya selalu berusaha untuk berpikir positif terhadap siapapun, karena itu membuat saya menjadi lebih tenang, seperti tidak iri dengan capaian orang lain dan saya jadikan itu sebagai acuan agar saya dapat lebih berkembang.

Selanjutnya, menghindari hal-hal yang membuat saya terganggu seperti menutup telinga dengan tidak mendengarkan/ memikirkan apa kata orang, jika ada orang yang tidak suka dengan hal yang saya lakukan, saya akan membiarkannya, dengan catatan saya tidak menganggu aktivitas mereka.

Itulah cara saya untuk lebih memahami, menerima dan menyayangi diri sendiri, kesimpulan yang dapat diambil adalah segala sesuatu sudah ada porsinya masing-masing, tidak perlu risau dengan perkataan orang atau iri terhadap capaian orang, sejatinya menjadi diri sendiri akan membuat hidup jauh lebih tenang dan selalu bersyukur. Jangan menyerah untuk terus menggali potensi yang ada pada diri kita. Saya yakin kita pasti bisa melakukannya.

Demikian motivitaion letter ini saya buat agar dapat menginspirasi siapapun yang membacanya, surat ini saya buat berdasarkan pengalaman diri saya sendiri, mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Terima kasih. Wassalamualaikum Wr.Wb

Malang, 29 September 2020

 

 

(Dwi Anggraeni)

PENTINGNYA MENTAL HEALTH

              Indonesia sedang dihadapkan oleh wabah virus yang mematikan dan penyebarannya yang sangat cepat. Maka dari itu, pemerintah m...